Rencana Pemasangan Chattra di Stupa Borobudur Diharapkan Tetap Mengedepankan Persatuan Bangsa

Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026-VNNMedia- Rencana pemasangan chattra pada stupa candi Borobudur harus tetap mengedepankan persatuan bangsa

Melansir Bloomberg Technoz (16/1), hal tersebut diungkap oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, bahwa perbedaan pandangan terkait rencana tersebut perlu disikapi dengan bijak dan saling menghormati

Irene yang hadir dalam Rapat Tindak Lanjut Tahap Awal Adaptasi Pemasangan Chattra pada Stupa Induk Candi Borobudur yang diadakan oleh Direktorat Jenderal (Dirjend) Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Kemenag) pada hari Kamis (15/1) itu, mengatakan perlunya dialog terbuka dengan mengajak pihak-pihak terkait untuk mengesampingkan ego dan membangun kesepakatan bersama demi menjaga Borobudur sebagai situs warisan dunia

“Mari kita kesampingkan ego masing-masing dan keluar ruangan ini dengan satu suara. Apapun kesepakatan akhirnya, itu harus menjadi simbol kekuatan kita sebagai bangsa,” katanya dalam sebuah keterangan tertulis pada hari Jumat kemarin

Sementara itu, Dirjend Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menegaskan bahwa setiap kebijakan terkait pemasangan chattra harus melewati proses yang matang dan penuh kehati-hatian dengan mempertimbangkan aspek administratif, spiritual, serta prinsip pelestarian cagar budaya

Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan bahwa chattra mempunyai makna spiritual yang mendalam bagi umat Buddha, karena merupakan simbol kesucian dan perlindungan yang menyempurnakan makna spiritual stupa utama Borobudur

Sejarah dan Dinamika Usulan Pemasangan Chattra Stupa Borobudur

Usulan untuk memasang kembali chattra atau payung bertingkat pada stupa utama Candi Borobudur pertama kali muncul secara fisik pada masa pemugaran oleh Theodoor van Erp antara tahun 1907 hingga 1911

Van Erp sempat merekonstruksi dan memasang chattra tersebut menggunakan batuan yang ditemukan di sekitar candi, namun ia sendiri kemudian membongkarnya karena merasa ragu akan keaslian bentuk dan materialnya jika dibandingkan dengan struktur asli candi

Setelah puluhan tahun berlalu, gagasan ini kembali mencuat secara lebih formal pada tahun 2008 melalui berbagai diskusi arkeologi. Usulan pemasangan chattra kembali menjadi sorotan utama setelah dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada Juli 2023

Pemerintah melalui Kementerian Agama mendorong rencana ini demi menyempurnakan aspek spiritualitas bagi umat Buddha dan menambah daya tarik wisata religi

Namun, pada September 2024, rencana pemasangan tersebut akhirnya dibatalkan atau ditunda berdasarkan hasil kajian teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menunjukkan bahwa struktur stupa induk terlalu lemah untuk menopang beban chattra, sehingga pemasangannya dinilai berisiko merusak bangunan candi yang asli

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News