
Jakarta, Senin 05 Januari 2026 – VNNMedia – Pemain Timnas Kanada, Jonathan David, menyebut John Herdman mantan pelatihnya yang kini melatih timnas Indonesia merupakan sosok pelatih yang kaya akan taktik.
David mengatakan jika Hermand salalu mempunyai segudang rencana di setiap pertandingan tergantung siapa lawannya.
“Ia selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik yang berbeda untuk setiap pertandingan,” kata pemain Juventus tersebut, mengutip Antara, Senin (05/01/2026).
Herdman menunjukkan ia bukan tipe pelatih yang terpaku pada satu pola. Saat menangani timnas Kanada, Herdman justru menargetkan timnya menjadi yang paling fleksibel di CONCACAF.
Dalam pertandingan, ia kerap berpindah dari 3-4-2-1; 4-4-2; 3-5-2; hingga 4-2-3-1, bahkan berganti struktur di tengah laga.
“Kami senantiasa mencoba memahami struktur dan adaptasi seperti apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar untuk lawan,” kata Herdman via Onesoccer.
“Banyak pelatih mengatakan sulit mempersiapkan taktik melawan Kanada, karena kami seperti bunglon: satu pertandingan bermain 3-4-3, pertandingan berikutnya 5-3-2, lalu berikutnya 4-4-2 box,” imbuhnya.
Dilain sisi, Brandon Liss, analis teknik Toronto FC, pernah memberi kesaksian soal Herdman. Menurutnya, Toronto tampil dengan gaya menyerang yang beragam, seperti kadang berorientasi penguasaan bola, kemudian di momen lain lebih sabar dan memukul lewat serangan balik.
Dalam pendekatanya, Herdman selalu memulai pekerjaannya dari pemahaman terhadap pemain. Di Kanada, ia berbicara dengan lebih dari 40 pemain untuk menggali motivasi, identitas, dan tujuan. Dari sana ia membangun fondasi kepercayaan, rasa aman, dan kultur kerja kolektif. Setelah mentalitas tim terbentuk, tahap berikutnya adalah membangun fleksibilitas taktik.
Pendekatan yang dilakukan Herdman di Kanada membawa negara ini bermain di Piala Dunia 2022 Qatar, Piala Dunia pertama untuk mereka setelah penanti 36 tahun.
“Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antarpertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar pelatih 50 tahun asal Inggris itu, dikutip dari CoachesVoice.
Herdman pun pengalaman menghadapi tim-tim Asia. Hal ini juga menjadi modal penting bagi Herdman saat menangani timnas Indonesia. Terlebih lagi agenda terdekat Indonesia akan menjalani FIFA Series pada bulan Maret nanti.
Saat memimpin Kanada U-23 dan tim senior, ia mencatat hasil positif melawan lawan Asia dengan pendekatan formasi yang bervariasi dalam uji coba internasional.
Kanada bermain imbang 1-1 melawan Jepang U-21 dengan pola 4-4-2 dengan dua gelandang bertahan, lalu menang 2-0 atas Qatar lewat 4-2-3-1, dilanjutkan seri 2-2 kontra Bahrain dengan 3-5-2, dan menaklukkan Jepang 2-1 menggunakan 4-4-2. Hasil tersebut menunjukkan kecakapannya menyesuaikan rencana permainan dengan karakter lawan.
Karakter fleksibel inilah yang dinilai sejalan dengan profil pemain Indonesia, yaitu cepat, dinamis, dan kuat dalam transisi. Dengan materi pemain yang lincah di sayap, agresif dalam duel, serta mampu bermain dalam tempo tinggi, Herdman dipandang punya ruang besar untuk mengeksplorasi variasi skema tanpa membatasi diri pada satu sistem.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News