
SURABAYA, 22 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia – Achmad Syafiuddin, dosen muda Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), kembali menorehkan prestasi internasional. Namanya masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier BV pada 19 September 2025.
Hebatnya, ini merupakan pencapaian lima tahun berturut-turut sejak 2021.
Dari 209 peneliti asal Indonesia yang tercatat tahun ini, Syafiuddin menempati peringkat 17. Posisi itu menegaskan kontribusinya di bidang kesehatan masyarakat, sekaligus menjadikannya salah satu akademisi muda paling berpengaruh.
Saat ini, ia menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa serta Adjunct Professor di Saveetha Institute of Medical and Technical Sciences (SIMATS), India.
Syafiuddin juga dikenal karena inovasinya yang berdampak langsung ke masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.
Melalui Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP) Unusa, ia melahirkan teknologi Unusa-Water dan Unusa-Incinerator. Hingga kini, kedua temuan tersebut telah membantu lebih dari 93 ribu orang di berbagai provinsi dengan menyediakan akses air bersih dan pengelolaan sampah ramah lingkungan.
“Total kedua inovasi ini sudah memberi manfaat nyata bagi puluhan ribu orang di Indonesia,” ungkap Syafiuddin.
Bagi Syafiuddin, publikasi dan penghargaan bukan tujuan akhir. “Ilmu itu harus kembali ke masyarakat. Pesantren, sebagai bagian penting bangsa ini, berhak mendapatkan solusi atas masalah lingkungan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa meski relatif muda, Unusa mampu melahirkan ilmuwan kelas dunia yang berdampak global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News