BI Dorong UMKM Syariah Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

SURABAYA, 15 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia – Bank Indonesia menegaskan pentingnya penguatan UMKM berbasis syariah untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Advisor Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Ridzky Pribadi, menilai UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 60–61 persen terhadap PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja.

Menurutnya, UMKM syariah memiliki nilai tambah karena mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan. Prinsip ini diyakini mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

“UMKM bukan hanya menopang ekonomi, tetapi juga mampu memperluas ekspor yang kini sudah mencapai 15,7 persen,” jelasnya.

Ridzky juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, mulai dari kemasan, branding, hingga digitalisasi agar UMKM bisa naik kelas. Kolaborasi dengan sektor hilir seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka) dinilai krusial untuk memperluas pasar produk unggulan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti peran pesantren sebagai pusat lahirnya wirausaha berbasis komunitas. Dengan lebih dari 39 ribu pesantren dan hampir 5 juta santri, potensi ini bisa menjadi modal besar pengembangan usaha halal di bidang agribisnis, kuliner, fesyen, hingga ekonomi kreatif.

Tren global pun mendukung. Laporan State of Global Islamic Economy 2025 memproyeksikan belanja konsumen muslim di sektor halal meningkat dari US$2,43 triliun pada 2023 menjadi USD 3,36 triliun pada 2028.

Indonesia yang kini berada di peringkat tiga dunia dalam ekosistem ekonomi syariah, disebut memiliki momentum besar untuk memperkuat penetrasi produk halal ke pasar internasional.

Festival Ekonomi Syariah 2025 turut menghadirkan sejumlah pelaku usaha, termasuk Paragon dan beberapa pesantren, yang berbagi pengalaman sukses dalam mengintegrasikan nilai syariah dengan inovasi. Dari sisi praktik bisnis, mereka menekankan pentingnya standar halal, transparansi rantai pasok, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News