Wagub Emil Ajak Warga Jatim Mantapkan Fondasi Ekonomi Syariah

SURABAYA, 13 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekonomi syariah di Jawa Timur, khususnya di Pulau Jawa, sebagai basis ekonomi yang menyejahterakan sekaligus penuh keberkahan.

Pesan itu ia sampaikan dalam Tabligh Akbar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2025 bertema “Menguatkan Hati, Menyatukan Umat: Merajut Harmoni Dalam Bingkai Iman” yang digelar Bank Indonesia di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (13/9/2025).

“Masjid Al Akbar penuh dengan insan yang berkumpul dalam doa bersama, agar perekonomian syariah mampu menjadi jawaban atas tantangan global,” kata Emil.

Menurut Emil, Jawa Timur memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor ekonomi dan keuangan syariah. Saat ini terdapat 97 perguruan tinggi dengan program studi ekonomi, keuangan, dan manajemen syariah.

Selain itu, ada 21 kawasan industri halal, 12 lembaga pemeriksa halal, serta 347.000 penyelia halal. “Ditambah 17.775 pendamping halal dan 66 lembaga pendamping produk halal. Ini merupakan sumber daya manusia yang luar biasa dan menjadi pondasi penting bagi pengembangan ekonomi syariah,” ujarnya.

Emil menekankan, keberadaan ekosistem halal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, melainkan juga menjadi pemain global dalam industri ekonomi syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri, Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), menekankan pentingnya umat memperkuat perekonomian agar terhindar dari penyakit hati seperti iri dan hasud.

“Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa ketika seseorang lemah secara ekonomi, penyakit hati mudah masuk. Karena itu, bekerja keras dari pagi hingga sore adalah sesuatu yang baik, sebagaimana Rasulullah memberi peringatan agar berhati-hati terhadap kemiskinan,” jelas Gus Kautsar.

Ia menambahkan, kemiskinan dapat membuat seseorang lupa diri, lupa tanggung jawab, hingga melanggar larangan Allah karena tekanan kebutuhan ekonomi maupun tuntutan gaya hidup. Karena itu, menurutnya, sikap syukur menjadi kunci agar umat tetap bahagia meski rezeki yang dimiliki terbatas.

Selain tausiyah, Tabligh Akbar Fesyar 2025 juga diwarnai lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Maulana Mahfudz Solehudin, Juara I MTQ Nasional 2020, serta sholawat yang dipimpin KH Hafidzul Hakim Noer dari Ponpes Nurul Qodim, Probolinggo, bersama kelompok hadrah Syubanul Muslimin.

Dengan fondasi sumber daya manusia, infrastruktur halal, serta dukungan spiritual masyarakat, Jawa Timur optimistis menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional dan turut mengukir peran Indonesia di kancah global.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News