
JAKARTA, 26 AGUSTUS 2025 – VNNMedia — Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada tiga tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kemerdekaan, integritas, dan pembangunan Indonesia.
Penganugerahan berlangsung penuh haru di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025), sebagai bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi dan pengorbanan mereka.
Salah satu penerima penghargaan adalah Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, pejuang kemerdekaan asal Aceh yang berperan besar dalam pengadaan pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001.
Dalam upacara tersebut, Teungku Nyak Sandang hadir dengan kursi roda. Momen penuh kehangatan terjadi ketika Presiden Prabowo berlutut di hadapannya untuk menyematkan Bintang Jasa Utama.
Kontribusi Teungku Nyak Sandang tak ternilai dalam sejarah penerbangan Indonesia. Di usianya yang masih 23 tahun, ia menjual emas dan tanah miliknya untuk membantu pemerintah membeli pesawat Seulawah RI-001 melalui sumbangan masyarakat Aceh.
Pesawat tersebut bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kedaulatan bangsa muda kala itu, sekaligus menjadi cikal bakal lahirnya maskapai Garuda Indonesia.
Selain Teungku Nyak Sandang, negara juga memberikan Bintang Republik Indonesia Utama—tanda kehormatan tertinggi—kepada dua tokoh nasional mendiang, yakni Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso dan Aloysius Benedictus Mboi atau Ben Mboi.
Hoegeng, yang menjabat sebagai Kapolri periode 1968–1970, dikenang sebagai “polisi paling jujur” dalam sejarah Indonesia. Sepanjang kariernya, ia konsisten menolak gratifikasi dan suap, bahkan menutup usaha keluarganya demi menjaga integritas institusi.
Hoegeng juga dikenal tegas dalam memberantas korupsi, perjudian, dan penyelundupan, termasuk kasus mobil mewah di Pelabuhan Tanjung Priok, menjadikannya teladan lintas generasi.
Sementara itu, Ben Mboi, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1978–1988, dikenal sebagai pemimpin visioner yang memadukan pembangunan fisik dan layanan sosial.
Dengan latar belakang sebagai dokter militer, ia meluncurkan program pemberantasan malaria, meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat infrastruktur dan industri dasar di NTT. Gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat membuatnya dikenang sebagai figur inovatif dan inspiratif.
Pemberian tanda kehormatan ini menjadi simbol penghargaan negara terhadap ketulusan, integritas, dan semangat pengabdian tiga tokoh bangsa tersebut. Melalui perjuangan mereka, generasi penerus diingatkan tentang nilai nasionalisme, keberanian, dan dedikasi tanpa pamrih dalam membangun kejayaan Indonesia.
“Ketiga tokoh ini mewariskan semangat yang abadi. Pengabdian tidak mengenal batas waktu dan cara. Mereka adalah inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News