
Gaza, Kamis 21 Agustus 2025-VNNMedia- Warga Palestina mulai melarikan diri dari sebagian Kota Gaza setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan tahap awal serangan darat yang telah direncanakan. Pasukan Israel kini dilaporkan telah berhasil membangun pijakan di pinggiran kota, menyusul pengeboman dan serangan artileri intensif selama berhari-hari
Aksi militer ini menuai kecaman internasional, termasuk dari Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang memperingatkan bahwa serangan tersebut bisa memicu “bencana” dan mengancam stabilitas kawasan
Di tengah pemboman tanpa henti, ratusan warga Palestina di lingkungan Zeitoun dan Sabra dilaporkan mengungsi ke bagian barat laut kota. “Suaranya semakin dekat, tapi ke mana kita akan pergi?” ujar salah seorang warga, Ahmad al-Shanti, menggambarkan keputusasaannya. Seorang warga lainnya, Amal Abdel-Aal, bersaksi bahwa serangan udara dan artileri di wilayah timur tidak pernah berhenti
Juru bicara IDF, Brigadir Jenderal Effie Defrin, menyatakan bahwa pasukan mereka telah beroperasi di Zeitoun dan Jabalia. Operasi ini bertujuan untuk “menghancurkan” infrastruktur dan basis militer Hamas di kota tersebut, yang disebut sebagai “kubu pertahanan terakhir teror”. Defrin juga mengklaim bahwa Hamas “hancur dan babak belur” setelah 22 bulan perang
Di sisi lain, Hamas menuduh pemimpin Israel melanjutkan “perang brutal terhadap warga sipil tak berdosa di Kota Gaza” dan mengkritik pengabaian Israel terhadap proposal gencatan senjata
IDF telah mengerahkan dua brigade darat di lingkungan Zeitoun, di mana mereka menemukan terowongan bawah tanah berisi senjata. Brigade ketiga beroperasi di daerah Jabalia. Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah memperingatkan bahwa eskalasi permusuhan ini akan memperburuk situasi kemanusiaan bagi 2,1 juta penduduk Gaza
sumber: BBC
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News