
Paris, Rabu 06 Agustus 2025-VNNMedia- Sebuah insiden di Spanyol yang melibatkan sekelompok remaja Yahudi Prancis memicu pertikaian diplomatik antara Prancis dan Spanyol. Insiden ini berawal dari dikeluarkannya 44 remaja dan 8 orang dewasa dari penerbangan Vueling dari Valencia ke Paris, yang berujung pada pemborgolan seorang konselor dan pernyataan kontroversial dari seorang menteri Spanyol
Melansir BBC, kejadian yang terjadi pada 23 Juli itu memicu kecaman keras dari menteri Prancis Aurore Berge dan Benjamin Haddad. Mereka mengecam tindakan polisi yang dianggap menggunakan “kekuatan yang berlebihan dan brutal” terhadap konselor wanita tersebut
Mereka juga mengkritik pernyataan Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, yang menyebut para remaja itu sebagai “anak nakal Israel.” Meskipun Puente telah menghapus unggahannya, para menteri Prancis menilainya sebagai tindakan antisemitisme karena menyamakan anak-anak Prancis yang beragama Yahudi dengan warga negara Israel
Maskapai Vueling dan kepolisian Spanyol membantah keras tuduhan antisemitisme. Vueling menyatakan bahwa kelompok tersebut dikeluarkan karena “perilaku mengganggu” dan “salah menangani peralatan darurat.” Mereka mengklaim para remaja itu mengabaikan instruksi kru, bahkan merusak jaket pelampung dan masker oksigen
Namun, beberapa saksi mata memberikan kesaksian yang berbeda. Seorang penumpang bernama Damien, yang tidak termasuk dalam kelompok tersebut, mengatakan kepada radio Europe 1 bahwa anak-anak itu “sangat tenang.” Ibu dari salah satu remaja, Karine Lamy, menyebut insiden dimulai setelah seorang anak menyanyikan lagu dalam bahasa Ibrani. Konselor kelompok itu kemudian diperingatkan sebelum akhirnya polisi dipanggil dan meminta seluruh kelompok turun
Pihak Vueling telah mengambil pernyataan saksi dari penumpang lain yang mendukung versi mereka, sementara pengacara kelompok perkemahan musim panas, Murielle Ouknine-Melki, menduga insiden ini didorong oleh sentimen anti-Yahudi
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, telah menghubungi kepala eksekutif Vueling untuk menyampaikan “keprihatinan mendalam” atas insiden tersebut, sementara konselor wanita yang diborgol kini sedang cuti sakit
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News