
Hong Kong, 17 Juli 2025-VNNMedia-Museum Bruce Lee club yang memamerkan lebih dari 2 ribu artefak dari koleksi Bruce Lee, termasuk patung, majalah lama, dan potongan film berharga yang mengisahkan awal karier sang mendiang, terpaksa ditutup karena masalah finansial
Diketahui sejak lama Bruce Lee Club sebagai pengelola museum, mengumumkan melalui media sosialnya, bahwa mereka sedang berjuang memanfaatkan sumber daya yang ada untuk tetap mempertahankan semangat sang legenda bela diri
Namun, nampaknya semua upaya yang ditempuh mengalami kegagalan hingga berujung pada penutupan museum. Dalam sebuah pernyataan, klub tersebut menulis bahwa gerakan sosial disusul pandemi Covid-19 telah “sangat mengganggu” rencana museum tersebut. Meski pandemi covid-19 sudah berakhir, tetapi kondisi keuangan tidak juga membaik
Ketua Bruce Lee Club, W Wong, menyayangkan sikap pemerintah Hong Kong yang tidak memiliki perencanaan jangka panjang dan berkelanjutan untuk melestarikan warisan Lee
Sebagai informasi, museum Bruce Lee Club di Hong Kong, yang dikelola oleh Bruce Lee Club, didirikan sebagai organisasi penggemar pada Juli 2000 oleh keluarga Bruce Lee dan para penggemarnya
Awalnya, pameran artefak Bruce Lee dibuka pada tahun 2000, lalu ditempatkan di lokasi di Yau Ma Tei pada 2001 sebelum terpaksa ditutup pada 2016 karena masalah sewa. Museum ini sempat dibuka kembali pada 2019 di Kwun Tong
Bruce Lee yang bernama asli Lee Jun-fan dikenal sebagai seniman bela diri, aktor, sutradara, dan filsuf kelahiran Amerika yang dibesarkan di Hong Kong (1940-1973)
Ia menjadi terkenal karena mempopulerkan Kung Fu di dunia Barat melalui film-film ikoniknya seperti “Enter the Dragon”. Lee juga menciptakan filosofi dan gaya seni bela dirinya sendiri, Jeet Kune Do (JKD), yang menekankan adaptasi dan efisiensi, dengan semboyan terkenalnya “Be Water, My Friend.”
Kematiannya yang mendadak di usia 32 tahun tidak mengurangi dampak globalnya. Bruce Lee adalah ikon budaya yang melampaui ras dan membuka jalan bagi representasi Asia di Hollywood, menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News