
Berlin, 14 Juli 2025-VNNMedia- Pasca pengumuman Trump pada akhir pekan lalu, yang menyebut jika Uni Eropa (UE) dan Meksiko dikenakan tarif timbal balik sebesar 30 persen, Jerman yang merupakan anggota UE, mengatakan bahwa tarif tersebut akan menghantam industri ekspor negara tersebut sampai ke ‘akar-akarnya’, jika jelang 1 Agustus belum juga tercapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat (AS)
baca juga: Tarif Trump: Uni Eropa dan Meksiko 30%
“Jika ini terjadi, pemerintah Jerman mungkin harus menunda sebagian upaya kebijakan ekonominya,” ujar Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam wawancaranya dengan ARD, Minggu (13/7)
“Langkah seperti itu akan membayangi segalanya dan menghantam industri ekspor Jerman hingga ke inti,” jelasnya kemudian
Lebih lanjut, Merz juga mengungkap jika pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan para pemimpin negara anggota UE lainnya demi menghindari penerapan tarif Trump 30 persen. “Itu memerlukan dua hal: persatuan dalam Uni Eropa dan jalur komunikasi yang baik dengan Presiden AS,” tegasnya
Terkait tarif balasan, Merz menyetujuinya asal penerapannya setelah 1 Agustus (mulainya pemberlakuan tarif Trump). “Ya, tapi tidak sebelum 1 Agustus.”
Ia mengaku telah memanfaatkan tenggat waktu sebelum 1 Agustus dengan melakukan diskusi intensif pekan lalu dengan presiden Prancis Emmanuel Macron serta Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Tidak hanya itu, Merz mengatakan kalau dirinya telah melakukan percakapan langsung dengan Donald Trump
“Kami ingin memanfaatkan waktu ini, dua setengah minggu ke depan sebelum Agustus, untuk mencari solusi. Saya benar-benar berkomitmen untuk itu,” pungkasnya
sumber: Bloomberg
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News