Pakistan Resmi Calonkan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian

Islamabad, 22 Juni 2025-VNNMedia- Pemerintah Pakistan secara resmi mengumumkan rencananya menominasikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Melansir BBC, nominasi ini diajukan sebagai pengakuan atas apa yang diklaim Islamabad sebagai peran krusial Trump dalam memediasi gencatan senjata antara India dan Pakistan bulan lalu

Dalam sebuah unggahan di platform X pada Sabtu (21/6) pagi waktu setempat, pemerintah Pakistan menyatakan bahwa Trump layak menerima penghargaan tersebut “sebagai pengakuan atas intervensi diplomatiknya yang menentukan dan kepemimpinannya yang krusial selama krisis India-Pakistan baru-baru ini.”

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa “Presiden Trump menunjukkan pandangan ke depan yang strategis dan kepemimpinan negara yang brilian melalui keterlibatan diplomatik yang kuat dengan Islamabad dan New Delhi, yang meredakan situasi yang memburuk dengan cepat.” Intervensi ini, menurut Pakistan, adalah “bukti perannya sebagai pembawa perdamaian sejati.”

Namun, klaim Pakistan ini langsung dibantah keras oleh India. New Delhi menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak bertindak sebagai mediator untuk mengakhiri pertempuran, dan India sendiri tidak menginginkan adanya intervensi diplomatik dari pihak ketiga

Sebelumnya, Donald Trump memang sering menyarankan agar dirinya layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Pada bulan Mei, Trump membuat pengumuman mengejutkan mengenai gencatan senjata antara India dan Pakistan setelah empat hari pertempuran sengit antara kedua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir tersebut

Trump berulang kali menyatakan bahwa konflik India-Pakistan berakhir berkat gencatan senjata yang ia tengahi, bahkan menyebutkan penggunaan perdagangan sebagai leverage untuk membuat kedua negara sepakat. Ia mengklaim pernah berkata, “Ayo, kami akan melakukan banyak perdagangan dengan kalian [India dan Pakistan]. Mari kita hentikan ini.” Pernyataan Trump ini dikuatkan oleh Pakistan, namun terus-menerus dibantah oleh India

Langkah Pakistan untuk menominasikan Trump disambut baik oleh beberapa pihak di dalam negeri, termasuk Mushahid Hussain, mantan ketua Komite Pertahanan Senat di parlemen Pakistan. “Trump baik untuk Pakistan,” ujarnya kepada Reuters. “Jika ini memuaskan ego Trump, biarlah. Semua pemimpin Eropa telah menjilatnya habis-habisan.”

Namun, langkah ini juga menuai kritik tajam. Maleeha Lodhi, mantan duta besar Pakistan untuk AS, menyebutnya “sangat disayangkan.” Melalui akun X-nya, Lodhi menulis, “Seorang pria yang mendukung perang genosida Israel di Gaza dan menyebut serangan Israel terhadap Iran sebagai ‘luar biasa’. Itu mengorbankan martabat nasional kita.”

Trump sendiri pada hari Jumat sempat mengunggah di Truth Social bahwa ia telah membantu menjadi perantara negosiasi antara banyak negara, namun ia juga menyatakan pesimisme: “Tidak, saya tidak akan mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian apa pun yang saya lakukan.”

Ia dikenal sering mengkritik mantan Presiden Barack Obama yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2009 hanya setelah kurang dari delapan bulan menjabat. Trump bahkan pada tahun 2013 pernah menyerukan Komite Nobel Norwegia untuk mencabut penghargaan Obama.

Sebagai informasi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini rencananya akan diumumkan pada Oktober mendatang

Baca Berita Menarik Lainnya DGoogle News