
Roma, 19 Mei 2025-VNNMedia- Carlos Alcaraz sekali lagi membuktikan dirinya sebagai satu-satunya pemain yang secara konsisten mampu menjegal laju Jannik Sinner
Petenis Spanyol itu menaklukkan petenis peringkat satu dunia tersebut dengan skor 7-6 (5), 6-1 untuk meraih gelar Italian Open pertamanya pada hari Minggu (19/5), menambah koleksi trofi bergengsinya di lapangan tanah liat
Sejak awal tahun lalu, Alcaraz menjadi mimpi buruk bagi Sinner, menjadi satu-satunya pemain yang mengalahkannya lebih dari satu kali. Kemenangan di Foro Italico ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Alcaraz atas Sinner menjadi empat kali
“Saya bangga dengan diri saya sendiri, cara saya menghadapi pertandingan secara mental. Secara taktik, saya pikir saya melakukannya dengan cukup baik dari poin pertama hingga poin terakhir,” ujar Alcaraz setelah pertandingan. “Saya mempertahankan level saya sepanjang pertandingan.”
Kemenangan Alcaraz di depan pendukung tuan rumah Sinner mengakhiri rentetan 26 kemenangan beruntun petenis Italia itu yang dimulai sejak Oktober lalu, di mana Alcaraz juga mengalahkannya di final China Open. Kini, Alcaraz unggul 7-4 dalam rekor pertemuan karier mereka
Turnamen ini merupakan penampilan perdana Sinner setelah menjalani larangan doping selama tiga bulan. Alcaraz pun menunjukkan empatinya, “Saya sangat senang melihat Jannik kembali ke level yang luar biasa ini. Saya yakin tidak mudah baginya untuk kembali setelah tiga bulan tidak bermain. Lolos ke final di sini adalah sesuatu yang luar biasa.”
Kemenangan ini semakin mengukuhkan status Alcaraz sebagai salah satu favorit untuk mempertahankan gelarnya di Prancis Terbuka yang akan dimulai pekan depan. Bahkan, Sinner mengakui keunggulan Alcaraz di lapangan tanah liat saat ini
“Mengalahkan Jannik, memenangkan Roma. Saya pikir kedua hal tersebut jika dipadukan akan memberi Anda rasa percaya diri yang besar saat datang ke Paris,” kata Alcaraz
Sinner, yang berusaha menjadi petenis tuan rumah pertama yang menjuarai Italian Open sejak 1976, mengakui kekalahannya. “Kami membawa pulang trofi yang sangat istimewa, meskipun saya menginginkan trofi yang lain,” ujarnya, merujuk pada gelar juara. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang memadati Campo Centrale dengan atribut oranye, warna kebanggaannya
Alcaraz tampil lebih efektif dengan 19 winner berbanding tujuh milik Sinner. Kesalahan sendiri Alcaraz juga hanya sedikit lebih banyak dari Sinner. Pukulan backhand yang biasanya menjadi andalan Sinner justru menjadi sumber banyak kesalahannya di laga ini
Dengan gelar Italian Open ini, Alcaraz akan naik ke peringkat 2 dunia pada hari Senin. Ia menjadi pemain kelima yang berhasil memenangkan tiga gelar Masters 1000 di lapangan tanah liat setelah Rafael Nadal, Novak Djokovic, Gustavo Kuerten, dan Marcelo Rios, seperti dilansir dari Japan Today
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News