
Jakarta, Minggu 25 Januari 2026-VNNMedia- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan bahwa sampai dengan 10 Januari 2026, telah terdeteksi 74 kasus superflu yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia
Atas data tersebut, meski tidak mewajibkan, kemenkes menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksin influenza terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid, nakes, dan yang berdaya tahan tubuh rendah, guna mencegah timbulnya komplikasi berat akibat infeksi influenza
“Sejak awak kami sudah menyarankan soal vaksinasi flu, tetapi tidak mewajibkan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dikutip dari Bloomberg Technoz
Menurut Aji, anjuran tersebut sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan AS, yang tidak mewajibkan warganya melakukan vaksin influenza. “Rekomendasi ini juga sama dengan WHHO dan Amerika,” jelasnya
Dari 13 provinsi yang terdeteksi, kemenkes menyebut penyebaran kasus superflu paling banyak berada di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan dengan masing-masing 18 kasus, disusul Jakarta 11 kasus, Jawa Barat 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, Sumatra Utara 3 kasus, Bali dan NTT 2 kasus, Jawa Tengah, NTB Sulawesi Selatan dan Utara, serta Yogyakarta masing-masing 1 kasus
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” tidak perlu dirisaukan masyarakat karena merupakan flu biasa, tidak mematikan seperti covid-19 varian Delta
“Pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi tidak usah panik,” kata Budi
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News