
Sidoarjo, Jumat 06 Februari 2026 – VNNMedia – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan pembangunan Sekolah Rakyat sudah dimulai dan dibangun di 104 titik pada tahun ini. Atas arahan Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat tersebut akan memiliki kapasitas 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pria yang arab disapa Gus Ipul tersebut mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang mumpuni.
“Yang nanti kalau sudah gedung permanen, sesuai arahan Pak Presiden, kapasitasnya 1.000 siswa. SD, SMP, dan SMA. Jadi kapasitasnya untuk 1.000 siswa,” kata Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo, Jumat (6/2/2026) dilansir Kompas.com.
Ia menjelaskan bahwa program ini ditargetkan sudah mulai berjalan pada tahun ini. Terkait sebaran lokasi, Mensos mengungkapkan bahwa proses konstruksi sudah mulai berjalan di seratus titik pertama.
“Tahun ini akan dibangun 104. 104 titik sudah mulai pembangunannya, sebagai percontohan. Setelah itu nanti mungkin ada tahap berikutnya 100 titik lagi tahun depan. Kita harapkan Sidoarjo sudah bisa ikut di tahap ini,” ujarnya.
Selain itu, kata Gus Ipul, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan program di tiap wilayah. Diharapkan, setiap kabupaten dan kota di Indonesia nantinya memiliki setidaknya satu unit Sekolah Rakyat untuk melayani masyarakat.
“Diharapkan setiap kabupaten, kota memiliki satu Sekolah Rakyat. Kita harapkan tahun ini sudah mulai rintisan Sekolah Rakyat, juga tentu disertai dengan pembangunan gedung permanennya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi, menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektar yang terintegrasi dengan Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di kawasan Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
“Terkait Sekolah Rakyat, kami sudah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektare di Buncitan. Lokasi ini nantinya akan menjadi satu kawasan dengan kampus ITS. Kami melakukan tukar guling aset dengan Sekolah Perikanan. Daripada harus melakukan pembongkaran, lebih baik dilakukan tukar guling aset,” katanya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News